Lawam Bullying Buat Duta Ketahanan Mental

RILISJATENG.COM- Antisipasi kasus bullying dan kekerasan pada usia remaja terus dilakukan Pemkot Semarang. Salah satunya dengan membentuk  duta ketahanan mental (Tameng).

Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan, di era digitalisasi membentuk pribadi dan pendirian kuat terhadap remaja sangat urgen. Sebab, kemudahan informasi memungkinkan kaum remaja mengeksplor konten apapun. Baik konten positif maupun negatif.

Berita Lainnya

“Konten negatif itulah yang berbahaya jika kemudian mempengaruhi mereka,” ujarnya usai Pelatihan Duta Ketahanan Mental di Era Digital di Hotel Grasia.

Menurutnya, duta ketahanan mental diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyaring informasi dan mengedukasi temannya. Pihaknya khawatir trend yang saat ini cukup marak terjadi. Diantaranya flexing, perundungan, hingga kekerasan akibat pengaruh media sosial.

“Sehingga orang tua maupun lembaga pun turut terseret dalam hal ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto memaparkan, remaja merupakan segmen terbesar sebagai pengguna internet. Berdasarkan data yakni mencapai 98 persen.

“Inilah yang menjadi atensi kita dan perlu kita latih,” paparnya.

Ia juga menyadari, keterbukaan informasi adalah keniscayaan. Oleh karena itu menghadapi keterbukaan itu dengan positif. Salah satunya adalah melatih mental remaja supaya tidak melakukan bullying Baim di media sosial maupun secara langsung.

“Maka diubah habit atau budayanya. Viralkanlah dan komentarlah yang positif ketika rekannya melakukan praktek baik,” tandasnya.(RLS)

Pos terkait