USM berikan apresiasi untuk Kota Semarang yang terus berkembang pesat menjadi magnet yang menarik sebagai kota tujuan pendidikan, wisata, dan investasi. Hal tersebut disampaikan Biro Akademik Universitas Semarang, Anantya Roestanto, SE,MM, dalam kegiatan Lapor Semarang Goes to Campus yang digelar di gedung FTP USM pada Jumat (29/05).
“Untuk itu, masyarakat harus partisipatif. Mahasiswa juga perlu bersuara dan menyampaikan aspirasi demi mendukung kemajuan serta perkembangan Kota Semarang agar semakin pesat,” ungkapnya.
Didukung fasilitas penunjang yang lengkap serta perkembangan sektor wisata yang pesat, Kota Semarang dinilai memiliki daya tarik tersendiri sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali maupun dikunjungi.
Dalam mewujudkan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kota Semarang terus berkomitmen menghadirkan layanan publik yang mudah diakses, cepat, dan responsif bagi seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi layanan informasi PPID, kanal aduan Lapor Semar Solusi AWP, serta Call Center 112 Kota Semarang sebagai saluran komunikasi terpadu antara masyarakat dan pemerintah.
Kepala Diskominfo Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, S.H., Kp., M.M., menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang berfokus membangun komunikasi publik yang cepat, valid, dan responsif.
“Melalui optimalisasi tiga kanal utama, yaitu PPID, Lapor Semar Solusi AWP, dan Call Center 112, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan dengan fungsi tiga layanan digital milik Pemerintah Kota Semarang. PPID Kota Semarang hadir sebagai layanan keterbukaan informasi publik dan permohonan data yang dapat diakses melalui website resmi, aplikasi mobile, hingga sistem Silintas. Selain menyediakan berbagai informasi publik dan agenda kegiatan kota, layanan ini juga memfasilitasi masyarakat untuk menangkal hoaks serta memberikan akses komunikasi cepat melalui layanan WhatsApp resmi.
Sementara itu, Lapor Semar Solusi AWP menjadi kanal pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik agar setiap laporan dapat diteruskan dan ditindaklanjuti oleh OPD terkait secara transparan dan terukur. Juga Call Center 112 Kota Semarang berperan sebagai layanan panggilan darurat bebas pulsa selama 24 jam yang mengintegrasikan berbagai penanganan kegawatdaruratan, mulai dari ambulans, kebakaran, bencana, hingga gangguan keamanan.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu mahasiswa asal luar Kota Semarang, Zara, mengapresiasi kegiatan ini yang dinilai memberikan wawasan baru bagi mahasiswa perantauan.
“Sebelumnya saya belum pernah mengetahui layanan seperti ini di daerah lain. Justru di Semarang saya mengetahui ada layanan untuk mengadu sekaligus meminta pertolongan darurat. Semoga wilayah lain juga semakin gencar menghadirkan sosialisasi interaktif seperti Lapor Semar Goes to Campus ini,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Zaenal, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM. Menurutnya, keseriusan Pemerintah Kota Semarang untuk berbenah dan membangun komunikasi dengan masyarakat semakin terasa melalui pengelolaan kanal layanan publik yang terintegrasi.
“Kalau seperti ini, ada komunikasi yang jelas antara pemerintah kota hingga tingkat provinsi. Kami jadi lebih tenang dan yakin bahwa aduan masyarakat bisa ditindaklanjuti karena kategorisasi laporannya juga jelas,” ungkapnya.
Kota yang memiliki daya tarik tinggi bagi masyarakat dan pengunjung harus terus dikawal agar tidak lengah dan terlena dengan berbagai capaian yang telah diraih. Karena itu, dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk ikut mengawal, mengawasi, sekaligus berpartisipasi dalam setiap penyelenggaraan layanan publik. Harapannya, melalui kegiatan ini masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, semakin mengenal kanal layanan publik Kota Semarang serta tidak ragu menyampaikan aspirasi, aduan, maupun informasi demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin responsif, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.






